ANDA SERING MARAH, WASPADAI PERKEMBANGAN SI KECIL

Apakah Anda sering marah di rumah,  sering meluapkan kemarahan  kepada pasangan atau bahkan pada anak-anak? Secara khusus, orang-orang menjadi marah ketika mereka melihat sesuatu yang tidak menyenangkan, tidak adil, tercela, dan lainnya. Hal itu mendorong beberapa pertanyaan, mengapa beberapa orang marah  atau lebih sering daripada yang lain. Selalu ada peristiwa yang terjadi sebelum seseorang marah sebagai pemicunya. Banyak orang berpikir bahwa kemarahan mereka disebabkan oleh situasi  yang tidak mengenakkan. Apakah ada unsur-unsur lain yang menyebabkan kemarahan Anda? Kemarahan juga bisa disebabkan oleh karakteristik individu. Ada karakteristik tertentu yang membuat orang lebih marah marah misalnya, narsisme,  mudah bersaing, toleransi rendah dan  frustrasi.  Namun, ketika orang lelah, cemas, atau sudah marah, mereka lebih cenderung untuk merespon dengan kemarahan.

Kemarahan merangsang interpretasi seseorang atau penilaian dari situasi  yang belum tentu akurat. Beberapa penyebab orang tua sering marah-marah diantaranya:

ü  Pertengkaran dan perceraian  suami-istri

Pertengkaran orang tua pada awalnya menyebabkan peningkatan konflik orangtua dan kemarahan, meskipun untuk beberapa keluarga tingkat konflik berkurang ketika orang tua tidak melihat satu sama lain atau mereka memilih berpisah. Tingginya  konflik dan perasaan sakit antara orang tua setelah perpisahan juga memiliki dampak negatif pada penyesuaian anak setelah perpisahan orang tua mereka. Dalam hal ini kadang orang tua sering marah-marah  dan meluapkan kemarahannya pada anak-anaknya. Jenis konflik pasca perceraian memiliki efek terburuk pada anak-anak yang terjadi ketika orang tua menggunakan anak-anak untuk mengekspresikan kemarahan dan permusuhan mereka. Anak-anak yang ditempatkan di tengah-tengah perselisihan orang tua mereka. Orang tua lebih cenderung untuk marah, stres, depresi atau cemas.

ü  Masalah pekerjaan

Masalah pekerjaan sering dibawa pulang ke rumah, hal ini  sering menyebabkan orang tua menjadi  tertekan dan akhirnya marah-marah. Selain itu, masalah di kantor yang  sering dibawa pulang oleh orang tua, hal ini juga bisa menyebabkan anak-anak merasa diabaikan.

ü  Anak-anak yang  nakal

Orang tua sering marah-marah karena  melihat tingkah laku anak-anaknya yang dirasa kurang tepat.  Dengan marah  orang tua menganggap hal ini bisa menyelesaikan masalah, namun  hal ini tidak selamanya benar.

Bagaimana  pengaruh  orang tua yang sering marah terhadap anak-anak?

ü  Ketakutan dan kecemasan

Anak kecil dan menengah yang terus-menerus terkena marah dari orang tuanya, mereka  dapat menjadi semakin takut di lingkungan rumah, takut melakukan atau mengatakan sesuatu yang salah dan mengundang marah orang tuanya Ketakutan atas reaksi orang tua menyebabkan seorang anak menjadi cemas, tanpa memandang usia atau jenis kelamin,  mereka menjadi terlalu cemas dan khawatir. Kecemasan dapat mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda. Anak yang lebih besar dapat tumbuh bingung dan tertekan, kadang-kadang menyebabkan pikiran untuk bunuh diri atau tindakan.

ü  Rendah Diri

Seorang anak terus-menerus terkena marah mungkin merasa ia tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar, hal ini bisa mempengaruhi kepercayaan diri dan harga diri mereka. Seorang anak mungkin merasa bahwa tidak ada yang  bisa dia lakukan untuk orang tuanya.

ü  Kemarahan

Seorang anak terus-menerus terkena marah oleh orang tua,  mungkin dia juga bisa menjadi seorang individu yang pemarah, benci aturan dalam bentuk apapun. Kemarahan tersebut dapat hadir dalam masalah perilaku dengan teman sebayanya, dan perilaku umumnya mengganggu lingkungan sosial.

ü  Kekerasan dalam keluarga

Anak-anak harus merasa mampu untuk berbicara secara terbuka tentang kehidupan mereka , mereka juga harus merasa aman ketika mengekspresikan perasaan mereka terlepas dari orang tua mereka yang suka  marah-marah. Kemarahan orang tua kadang bisa menimbulkan kekerasan fisik  pada anak.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terhadap perkembangan buah hati Anda, ada baiknya Anda  mengontrol emosi dan kemarahan.

Berikut beberapa cara mengontrol kemarahan agar anak-anak tidak terpengaruh dampak  buruk dari kemarahan Anda:

  1. Tarik nafas dalam-dalam

Marah besar dihadapan anak-anak bukan hal yang tepat, apalagi  jika mereka masih sangat kecil. Anda bisa mengendalikan kemarahan tersebut dengan cara  mudah, tarik nafas dalam-dalam dan lepaskan, ulangi beberapa kali dan rasakan prbedaannya. Kemarahan yang Anda perlihatkan dihadapan anak, bahkan Anda  membuat mereka ketakutan, hal ini bukanlah cara mendidik anak yang tepat. Saat Anda benar-benar barada di puncak kemarahan saat  di depan anak-anak,  cobalah menarik nafas dan  diamlah beberapa saat, hal ini akan mengurangi kemarahan yang meluap-luap pada diri Anda.

  1. Maka coklat

Coklat bersifat menenangkan, saat Anda benar-benar ingin marah dan merasa  tidak ingin diganggu, cobalah untuk makan coklat  batangan. Anda akan merasa lebih rileks dan lebih nyaman. Hal ini akan mengurangi kemarahan Anda bahkan akan menghilangkan marah  Anda dalam waktu yang cepat.

  1. Cobalah dengarkan lagu kesayangan Anda

Mendengarkan lagu kesayangan akan memberikan rasa tenang pada Anda, bahkan mengubah mood Anda menjadi lebih baik. Seseorang yang sering mendengarkan  musik kesayangannya, mereka lebih cenderung untuk tenang dalam menghadapi masalah. Anda bisa mendengaran lagu kesayangan saat Anda benar-benar penat dan ingin marah.  Jika anak-anak ingin  ikut mendengarkan lagu kesayangan Anda, biarkan mereka dan  tetaplah  rileks dengan lagu-lagu yang Anda putar tersebut.

  1. Luangkan waktu untuk berlibur

Rasa penat dan kemarahan akan hilang jika Anda pergi ke tempat yang  Anda sukai, bersama dengan   anak-anak dan  pasangan Anda, hal ini bisa menggurangi  penat dan juga kemarahan Anda. Jangan menggunakan waktu libur untuk mengerjakan pekerjaan  kantor, selesaikan pekerjaan kantor saat kerja.

  1. Yoga

Berlatih yoga setidaknya seminggu 3 kali akan membuat Anda semakin nyaman dan   stress pun hilang. Rasa penat Anda akan berkurang seiring dengan  latihan-latihan yoga tersebut. Dengan berlatih yoga maka Anda  akan merasakan jiwa yang lebih tenang dan lebih bisa mengontrol diri Anda sendiri dari kemarahan.

Beberapa cara tersebut bisa membantu Anda untuk lebih tenang dan  bisa mengontrol kemarahan. Jika Anda bisa lebih tenang maka  buah hati Anda tidak akan mengalami masalah ataupun gangguan psikologis akibat Anda sering marah-marah pada dia. Mulailah untuk menahan amarah dan  jadilah orang tua yang bisa melindungi buah hati Anda.

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang