BAGAIMANA MENCAPAI TARGET PENJUALAN

Salesman adalah ujung tombak perusahaan. Anda yang menghasilkan uang bagi perusahaan. Anda itu uang masuk, sedangkan divisi lain itu pada umumnya uang keluar.

Mencapai target adalah hal penting bagi salesman. Di situ performancenya di ukur. (Selain komisi tentunya yang di tunggu2 J )

Intinya untuk mencapai target penjualan ada beberapa prinsip antara lain:

  1. Jual barang mahal yang nilainya besar sehingga bisa mencapai target lebi cepat
  2. Jual yang marginnya besar sehingga bos nya juga senang
  3. Jual barang repeat, jadi jual lebih sering sehingga ada prestasi kerja
  4. Jual ke orang baru, alias nama segar, sehingga ada penyegaran di toko
  5. Jual produk baru sehingga jika produk lama orang bosan, ada barang baru yang gantikan.

Tentu untuk mencapai tujuan ini anda tidak bisa menjadi salesman yang sekedar taking order, atau yang membual (berbohong demi tercapainya omset jangka pendek, misal saja berbohong harga naik agar outlet menimbun barang), tetapi problem solver dimana misal outlet tertentu anda tahu dengan baik karakter penjualan tokonya. Mana yang bisa di push, mana yang bisa di tawarin produk baru dll.

Untuk mencapai tujuan di atas relationship amat penting. Memang produk yang bagus, perusahaan yang bonafit menunjang, tetapi yang sales tetap memegang peranan kunci. Kalau hubungan sales person dengan outlet bagus, biasanya di tawarin barang baru mereka mau dan hubungan yang baik itu 60% kunci sukses sales.

Banyak sales minta promo untuk mendongkrak penjualan. Ada jembatan yang harus di jembatani antara apa yang di pikirkan salesman dengan apa yang di pikirkan perusahaan. Bagi perusahaan promo itu sama dengan cost. Uang keluar. Sebisa mungkin promo di minimkan. Banyak perusahaan yang sukses itu malah jarang promo. Tetapi mempertahankan konsistensi pelayanan dan kualitas produk yang di jual, sehingga marketnya terbentuk.

Bagaimana kalau pasar sudah jenuh dan tidak bisa di push lagi ? Saya juga tidak tahu. Misal di gudang outlet sudah ada, di toko sudah ada, lalu harus bagaimana ? Meski banyak yang bisa di utak atik, misal saja tester untuk produk baru, sample untuk barang yang mungkin sudah di kenal, tapi kalau pasar sepi dan daya beli menurun, anda harus pasrah dan berdoa saja, jari Cuma bisa menggenggam, tetapi yang tidak bisa di genggam jauh lebih besar

Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan renungan, bagaimana kasus yang anda hadapi itu saya tidak tahu, tapi prinsip2 ini dapat di pakai hampir di setiap bidang penjualan.

Semoga artikel ini bermanfaat.

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang