BERSELANCAR (2)

Kapan masuk

Kapan keluar

Berapa target profit yang di inginkan

Dan berapa lama anda berada di dalam

Saya juga tidak tahu. Tapi setidaknya dengan mengetahui 4 kata kunci di atas, anda ada gambaran akan 4 prinsip yang harus di mengerti dalam berinvestasi. Kapan masuk, kapan keluar, berapa target profit dan berapa lama anda mau di dalamnya, itu bisa di ketahui dengan membaca sejarah (aspek teknikal), dan mempelajari fundamental investasi yang hendak anda invest.

Saya rasa 4 prinsip ini berlaku di semua jenis investasi, termasuk property sekalipun, apalagi yang sifatnya untuk jual beli seperti saham, emas, valas, dan reksadana.

Prinsip beli murah jual mahal itu benar, tapi masalahnya kalau murah biasanya gak di lirik, kalau udah orang ribut, biasanya udah mahal. Itu yang biasanya orang lakukan.

Beli di titik terendah itu jangan. Uang mati. Terlalu lama kadang. Beli ketika di titik terendah kemudian menggeliat naik itu lebih cepat. Jual di titik tertinggi itu jarang, hokky, dan susah, jual ketika mau kepuncak  itu lebih mudah, karena ada orang yang masih mau nampung.

Nobody can beat the market, tapi kalau anda pernah mengalahkan market, harus tahu berhenti, karena kalau gak berhenti, dan nostalgia masa lalu, bisa2 keuntungan yang udah anda peroleh, hilang lagi. Bagaimanapun ini ada unsur spekulasinya (bahasa kasarannya judi)

Di property di kenal dengan siklus  7 tahunan, dimana kalau sudah puncak2nya, ya anda nunggu 7 tahun lagi supaya naik. Kadang sudah 10 tahun juga gak naik, tahu2 naik drastic yang bikin orang panik, padahal kalau di bagi 10, dan di rata2, ya paling naiknya 15 persen.  Gak beda jauh sama reksadana atau unit link kalau dipikir2.

Tentu property masi di bagi2 lagi, ada yang suka main tanah, main ruko, main rumah, main gudang, atau main tanah yang bukan di bangun oleh developer, tapi tanah yang masih harus nunggu lama.

Tergantung karakter masing2 investor tentunya

Ada yang suka beli rumah “murah”, di renov, terus di jual. Ada yang suka beli apt, kemudian di sewa2kan ke expatriate, (diservis beserta mobil dan supirnya dan perabotan dll), ada yang suka beli ruko dan gudang buat di kontrakkan karena cepat biasanya terkontrakkan, ada pula yang suka main tanah yang biasanya lapor beli sesuai njop, jual sesuai harga pasar untuk tujuan tertentu.

Tidak ada rumusan pasti, tapi secara garis besar, jalan raya tentu naiknya lebih cepat, dan kalau untuk usaha, unit yang di pintu masuk dan parkir yang luas tentu lebih di lirik orang dari pada di jantung kompleks.

Kalau investasi di valas, emas di kenal dengan range2 tertentu, dimana anda bermain di dalamnya (misal harga emas di kisaran 480-530 ribu, atau 430-480 ribu, atau 380-420 ribu) atau dollar di kisaran yang baru saya juga gak tahu karena sudah lama tidak mengikuti. Dollar biasanya yang orang Indonesia ikuti dollar us, tentu juga banyak mata uang lain, yang tidak kalah menarik. Seperti kata iklan sebuah kopi, “Rombak kebiasaan lama” 🙂

Investasi di saham saya gak nguasai, gak perlu nguasai semua jenis investasi. Pilih yang sesuai dengan profiil anda saja dan kuasai dengan baik.

Dalam berinvestasi anda bisa ikut gaya spekulan atau gaya investor. Tentu semua ini beda.

Gaya investor misal aja di property anda  beli waktu masih jual gambar, karena harga jual gambar sampai jadi (+/- 2 tahun), itu biasanya selisih 20 persen.

Gaya spekulan biasanya anda beli bangunan yang sudah jadi, anda Cuma punya uang untuk cicilan 1 tahun misal, dalam setahun entah harus terkontrak untuk bayar cicilan atau laku terjual dengan anda dapat selisih dari harga jual beli. (teknik ini hanya bisa di pake kalau booming). Tentu ada yang super spekulan seperti giling asset. Tapi ya tidak akan saya bahas.

 

Ya berselancar jilid 2cuma sampai disini

 

Kalau ada inspirasi saya nulis lagi

 

Semoga artikel ini bermanfaat.

 

 

 

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang