Dari beras menjadi nasi goreng

Dari beras menjadi nasi goreng

Tulisan ini lebih di tujukan ke karyawan mulai dari office boy mungkin bisa sampai branch manager. Di atas itu di luar kemampuan  penulis. Misal aja seseorang bisa jadi presiden direktur perusahaan multinasional, nah, itu penulis juga dengan senang hati menampungnya jika mereka mau menulis berbagi pengalaman mereka.

Tulisan ini juga menjelaskan apa yang di inginkan perusahaan kepada karyawannya.

Dari beras menjadi nasi goreng dapat di ilustrasikan seperti contoh di bawah ini.  Harga beras 9000 rupiah per kg, harga nasi putih 5000 rupiah per bungkus, harga nasi goreng di warung aja 12000 rupiah per piring. Karyawan ketika baru mulai tentu ibarat beras, terutama fresh graduate. Karyawan ketika sudah kira2 telah bekerja 5 tahun, tentu ibarat nasi putih, karena tentu membawa pengalaman dan pembelajaran yang telah di dapatnya selama bekerja. Dan bagi yang memiliki attitude dan skill yang bagus, itu ibarat nasi goreng yang bisa di jual lebih mahal. Tinggal anda menjual nasi goreng itu dimana ? di warung  ? di depot ? atau di restoran ? anda charge lebih untuk barang yang sama.

Tentu ada beberapa hal yang harus di ketahui oleh karyawan tersebut. Banyak orang bingung, saya sudah bekerja 5 tahun, saya bekerja dengan baik, tidak pernah bolos, bahkan disuruh lembur saya juga mau, tapi kenapa kok gaji dan posisi kok tetap saja ya ? ini masalah klasik tentu bagi banyak orang dan tulisan ini sebenarnya bukan main expertise saya.

Banyak faktor, tapi yang penulis tahu cuma 6 kata kunci ini saja, karakter (attitude), inisiatif, tim work, self learning, self evaluating, dan problem solving. Itu kata kuncinya.

Karakter bagi penulis itu yang terpenting. Right motive lebih penting dari pada right person, right place, right time. Orang yang punya passion di bidangnya itu jauh lebih menikmati perkerjaannya dan biasanya perform better. Banyak orang yang scara skill mumpuni, tapi scara karakter / attitude kurang bagus. Misal suka cash bon.  Ada orang yang scara karakter dan skill bagus, tapi tidak ada inisiatif alias kalau gak di suruh ya gak gerak. Contoh inisiatif misalnya, seorang waiter. Waiter yang baik melayani dengan baik, tetapi waiter yang ada inisiatif, meliat minum orang itu sisa separuh, bertanya, apakah orang itu mau tambah minum atau tidak. (itu lah bedanya) (kalau tambah makan gak mungkin, tambah minum itu memungkinkan).

Ada orang yang memang hebat, tapi individualistis, kurang bisa delegasi atau kurang bisa bekerja dalam tim. Biasanya kalau kekurangan2 ini sudah di identifikasi dan di poles sehingga berkurang, biasanya dia bisa di harapkan lebih maju.

Biasanya, kalau sudah bisa self learning (mau belajar), self evaluating (bisa tau salahnya dan segera memperbaikinya)  dan problem solving (mengatasi masalah2 yang di hadapi day to day operation), itu biasanya ya bisa jadi supervisor, atau bahkan mungkin branch manager. Ini skill yang tidak semua orang miliki.  3 faktor ini bisa bakat alami dan bisa di pelajari melalui pelatihan2.

Harapan saya ketika menuliskan kata kunci ini, membantu orang2 yang selama ini gak tahu kata kuncinya dan mau belajar,mau berubah dan mau melakukannya. Mudah2an setelah membaca artikel ini mereka (dari office boy sekalipun) bisa berubah menjadi lebih baik, dari beras menjadi nasi goreng.

Btw kalau sudah merasa melakukan hal tersebut dan tetap tidak di hargai oleh atasan, mengutip kata seorang motivator, kalau anda berlian, bersinarlah meski anda di got,karena suatu saat ada orang yang melihat anda dan meletakkan anda di tempat anda yang seharusnya.

Semoga artikel singkat ini bermanfaat.

 

Note : Artikel demi artikel yang saya tulis kalau di tarik benang merah, itu gak ada kaitannya.

Tetapi seiring dengan maraknya penyakit yang di idap bayi dan anak2, dan sebagai bentuk keperdulian kami, kami dengan senang hati menampung tulisan2 yang di tulis oleh tenaga medis (dokter, atau suster atau bidan) mengenai  kehamilan dan masalah2 yang di alami bayi dan anak terutama di daerah terpencil yang di bayangan kami minim fasilitas. Bagi yang berminat bisa meninggalkan pesan di hubungi kami.

Kami berharap per januari kami bisa menfokuskan artikel kami di masalah2 yang di hadapi ibu hamil, bayi dan anak.

 

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang