FINANCIAL PLANNING

Financial planning adalah topik yang sangat luas kalau di Negara barat seperti Australia. Kalau di Indonesia mungkin lebih sederhana karena sistim perpajakan di Indonesia yang kebanyakan pajak final, jadi gak terlalu mbulet. (jual beli rumah misal, pajak final)

Setiap orang membutuhkan perencanaan dalam keuangan mereka. Memang betul semakin tua kalau anak anda selesai semua tugas anda menyekolahkannya, dan kalau di Indonesia mungkin sampai anak nya kawin baru kita bilang, tugasku sudah selesai, anda akan berkurang bebannya. Memang benar.

Tetapi semakin tua anda, ada satu yang tidak bisa anda hindari, yaitu sakit dan mati.  Dan itu semua membutuhkan biaya dan perlu di atur. Di indo mungkin agak jarang orang membuat surat wasiat ketika masih segar bugar, tapi  perlu di budayakan. Betapa banyak keluarga yang sesame saudara aja ribut masalah warisan, dan di indo, tidak ada jaring pengaman social, jadi mempersiapkan pension anda, dan surat wasiat anda (estate planning)  amatlah penting. Estate planning juga bermanfaat agar warisan anda di bagi sesuai dengan kemauan anda, bukan sesuai dengan hokum yang berlaku yang mungkin tidak sesuai dengan kemauan anda.

Ada beberapa tahap dalam hidup seseorang. Mulai dari pertama kali bekerja, membeli rumah, memutuskan untuk menikah, memutuskan untuk memiliki momongan, menyekolahkan anak, dan memutuskan untuk pension. Semua ini memerlukan uang yang tidak sedikit. Dalam hidup manusia, kita juga tidak luput dari sakit penyakit, kehilangan pekerjaan bagi pekerja atau kebangkrutan bagi yang self employed, kehilangan penopang keluarga, adanya bencana alam, ataupun perceraian yang di sebabkan masalah ekonomi. Oleh karena alasan2 yang telah saya sebutkan, mengatur keuangan merupakan hal yang mutlak.

Pertama kali bekerja adalah kesempatan anda menyimpan uang anda.  Uang yang di tabung dan di investasikan dari muda, itu jauh lebih besar dari pada uang yang anda simpan ketika anda lebih tua karena skarang uang bunga berbunga. (kayak snowball effect lah).

Kalau masih bujang, itu kesempatan anda membelanjakan 60% uang anda, 30% di tabung dan 10% di amalkan sebagai bentuk syukur anda kepada Tuhan, itu masih mungkin. Seiring berjalannya waktu, bisa2 komposisinya jadi 75% dibelanjakan, 10% di tabung, 10% di investasikan, dan bisa2 sumbagan untuk Tuhan jadi 2,5% aja. Tidak ada salahnya. Wajar itu. (2,5% sisanya nya rahasia masing2 individu 😉

Kalau anda ketemu financial planner, anda pasti di suruh isi tabel. Isinya macem2, mulai dari umur skarang, asets yang ada, income anda baik yang aktif maupun pasif, dan pengeluaran2 anda, dan macem2 deh. Mudah2an anda setelah membaca artikel ini mencari seorang financial planner yang beneran bisa memberikan nasehat yang objectif. Anda akan terkejut  (bagi sebagian besar orang), sekaya apapun anda, uang anda tidak pernah cukup, untuk mengcover pension anda dengan lifestyle anda yang sekarang (gak tau lagi kalau downgrade dalam segala pengeluaran anda)

Ya, menyekolahkan anak, menikahkan anak, memutuskan punya anak, semua itu cost. Dan anda bisa melewati semua ini ketika anda mulai dari tahap di mana anda mulai bekerja dan mulai MENGATUR pengeluaran anda, dan menyimpan pemasukan anda. Itu saja.

Tetapi tentu ada krisis dalam hidup anda, ketika itu anda memerlukan yang namanya proteksi, entah dalam bentuk apa. Bisa insurance yang memang merupakan sifatnya melindungi, ataupun menggunakan uang yang telah anda investasikan. Yang terbaik adalah tentu kombinasi keduanya.

Di Indonesia ketika bekerja, orang membeli kendaraan, entah mobil atau sepeda motor.Wajar. Karena sistim transportasi missal di indo di rasa kurang aman dan memadai.  Kemudian tempat tinggal. Itu wajar. Karena di indo invest di property aman, selalu naik (kecuali taun 98), gak naik turun seperti di luar negeri. Tapi gak banyak yang memikirkan sesuatu yang intangible seperti asuransi. (di jaman skarang mungkin banyak yang merasakan perlunya). Saran saya mengenai polis asuransi, beli 1 saja, tapi yang mantap, alias sesuai dengan kebutuhan anda. Jangan beli karena sungkan atau kasian, itu sama aja anda buang  uang anda ke laut.

Ya, financial planning sekali lagi merupakan topic yang luas. Kebanyakan financial planner itu dari asuransi, padahal produk keuangan itu tidak lah mesti asuransi melulu. Financial planner yang netral, mampu menguasai banyak produk perbankan dan mengusahakan yang terbaik yang sesuai dengan situasi anda.

Semoga artikel panjang ini bermanfaat.

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang