JENIS FILEM ANAK YANG HARUS DIHINDARI

Tayangan tontonan film saat ini merupakan salah satu tayangan yang paling digemari anak-anak setelah game atau permainan. Film memberikan pengaruh terhadap psikologi perkembangan anak. Anak-anak akan mudah terinspirasi dari tayangan-tayangan yang mereka saksikan dengan mengabaikan unsure logis saat menontonnya. Yang mereka pikirkan adalah apa yang terjadi di dalam film tersebut. Mereka seolah-olah menjadi tokoh-tokohnya dan mengalami hal-hal yang terjadi dalam film tersebut. Kemampuan hero dari seorang tokoh seolah-olah juga dimiliki oleh si anak, sehingga tak jarang kita melihat tingkah anak-anak yang berani terjun dari atas tangga yang tinggi karena terobsesi dengan tokoh kartun yang mereka tonton. Mereka mengabaikan unsur logika dalam menyerap apa yang ditonton. Karena memang anak-anak belum bisa menempatkan unsure logika tersebut di dalam berpikir.

Oleh karena itulah, maka tayangan-tayangan film untuk anak-anak Anda harus dibatasi. Hal ini tujuannya sangat baik yakni agar tidak ada dampak buruk bagi anak setelah mereka menonton tayangan film yang mereka saksikan. Saat ini ada banyak film-film anak di televisi yang tidak layak tonton bagi anak. Nilanya yang nilai menghibur, tapi di satu sisi memiliki banyak dampak buruk bagi anak-anak. Mulai dari akhlak yang buruk serta tindakan-tindakan fisik yang tak baik yang dengan latah dicontoh oleh anak-anak. Secara umum, berikut ini jenis-jenis film anak yang harus Anda hindari untuk anak-anak Anda:

  1. Film yang memiliki unsur kekerasan, misalnya film-film hero yang menunjukkan perkelahian pada tokoh-tokohnya, hal ini biasanya akan dicontoh oleh anak-anak terutama anak laki-laki. Mereka akan mempraktekkan apa yang mereka lihat terhadap kawan-kawan mereka, adik dan saudaranya. Tanpa memikirkan pukulan mereka sakit dan membuat orang lain menderita. Yang mereka pikirkan adalah bagaimana agar ia mampu tampil seperti tokoh hero yang ia gemari di film bersangkutan. Hati-hati saat menyuguhkan tontonan film kepada anak, karena umumnya saat ini film-film kekerasan malah disukai anak-anak. Setiap anak ingin tampil sebagai hero dalam kehidupan mereka.
  2. Film yang memiliki unsur pornografi. Ada banyak film kartun di televise yang mengajarkan cara berpakaian tak sopan serta mengandung nilai-nilai pornografi yang secara tidak sadar ditiru oleh anak-anak. Anak-anak akan terobsesi memiliki pakaian-pakaian seksi seperti pada tokoh kartun yang ia lihat di tayangan film. Atau pun adegan-adegan lain seperti berpelukan, berciuman dan sebagainya bukan lagi hal yang tabu bagi anak-anak. Mereka bisa melakukan hal itu bersam teman-teman putrinya. Anda memang harus menjaga secara hati-hati soal hal ini. Mengingat kasus pornografi dan pelecehan seksual pada anak kini terus meningkat. Jangan biarkan anak kita masuk dalam lingkaran tersebut. Awasi setiap hal yang menjadi tontonan bagi anak-anak Anda.
  3. Film yang mengajarkan akhlak yang tak baik, misalnya film kartun Sinchan yang dinyatakan tidak layak tonton untuk anak-anak. Karena akhlak yang tak baik ditunjukkan oleh tokoh utamanya yakni suka berbohong dan usil dengan orang lain. Anak-anak yang suka dengan tokohnya pastinya akan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan. Jadi terhadap film-film seperti ini anak-anak harus dihindarkan. Masih banyak tayangan film-film anak yang mengajarkan akhlak yang baik kepada orang tua dan sesamanya. Anak-anak mestilah dikondisikan dengan hal yang baik karena memang usia anak-anak masih sangat rentan untuk mencontoh.
  4. Tayangan fantasi yang mengajak anak-anak berpikir instan. Salah satu penyebab kenapa anak-anak Anda tidak diperbolehkan menonton kartun Doraemon adalah karena alasan fantasi pada kantong Doraemon yang dinilai tak logis. Anak-anak akan berpikir instan dan dibuat malas berpikir. Ada banyak jenis tayangan anak yang seperti yang seharusnya menjadi pemahaman orang tua pada anak-anaknya. Lihat lah bagaimana kualitas film tersebut secara umum, lalu jangan sampai anak Anda benar-benar mati-matian mengidolakan tokoh utama dalam tayangan tersebut. Karena ada banyak hal yang tak logis yang tak mungkin terjadi di dunia nyata.

Oleh karena alasan di atas, maka orang tua sangat penting untuk menemani anak-anak menonton film-film yang menjadi kegemaran mereka. Dengan demikian para orang tua bisa memberikan penjelasan mengenai mana hal yang baik dan mana hal yang buruk. Mana hal-hal yang jangan ditiru karena tak mungkin terjadi di dunia nyata. Jangan biarkan anak-anak kecanduan dengan film tontonan yang mereka sukai. Jika suka, sukalah sewajarnya jangan sampai pada tingkat kecanduan. Karena pada kondisi ini sudah pasti sikap dan karakter dari tokoh utama film bersangkutan masuk ke dalam jiwa anak-anak kita. Dan bukan mustahil, di suatu waktu ia akan bersikap sama dengan tokoh utama yang ia idolakan tersebut. Sebenarnya nilai negative dari sebuah tontonan film jauh lebih banyak ketimbang positifnya, oleh karena itu orang tua harus pandai mengawasinya

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang