MASALAH-MASALAH DALAM RUMAH TANGGA YANG HARUS DI WASPADAI

Membina rumah tangga, apakah semulus yang Anda bayangkan dengan pasangan? Tidak, jelas saja setiap pasangan memiliki masalah apalagi jika mereka tidak bisa menyelesaikan masalah dengan cepat. Masalah dalam rumah tangga sebenarnya adalah hal yang biasa, namun jika masalah tersebut tidak segera diselesaikan, tentu akan semakin besar dan bisa menimbulkan masalah lainnya. Masing-masing pasangan memiliki masalah yang berbeda, tiap rumah tangga problema yang dihadapi bebeda. Jika memang sama problema yang dihadapi, hal ini mungkin hanya kebetulan, namun pada umumnya masalah yang dihadapi adalah seputar keuangan, pihak ketiga dan masalah anak.

Jika Anda memiliki masalah dalam rumah tangga, hal ini bisa diatasi dengan mudah namun ada juga masalah yang sulit diselesaikan, bahkan saat Anda harus meminta pihak lain untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. Sekalipun pada awalnya saat Anda menikah dengan pasangan memiliki kecocokan dan tidak akan mungkin terjadi perselisihan, namun seiring dengan berjalannya waktu, masalah demi masalah pasti akan muncul. Konflik dalam rumah tangga bisa menjadi penyebab kegagalan membina rumah tangga tersebut. Kadang, suami atau istri bisa mengalah demi kebaikan, namun terus mengalah bukanlah piihan yang tepat. Kadang masaing-masing memiliki peran sendiri-sendiri namun salah satu pihak menyepelekan peran yang dilakukan oleh pihak lain.

Apa saja masalah yang sering muncul dalam rumah tangga? Berikut beberapa masalah dalam rumah tangga yang harus diwaspadai.

  1. Gaji istri lebih tinggi dari suami

Jika suami istri sama-sama bekerja, masalah ekonomi tentu bisa diatasi dengan mudah, namun jika hanya suami saja yang bekerja dan kebutuhan ekonomi keluarga semakin banyak, pasti menimbulkan masalah. Kadang suami sudah mati-matian bekerja namun istri tetap saja merasa kurang. Problema saat ini yang lebih banyak adalah gaji istri yang lebih besar dari gaji suami sehingga suami merasa tidak dihargai. Kadang, istri merasa bisa mengerjakan semuanya karena menganggap dia lebih pandai mencari uang, gajinya lebih besar dari suami.

Tentu, suami adalah kepala rumah tangga, sekecil apapun gaji yang dimiliki, istri tetap harus hormat dan menghargainya. Namun yang terjadi saat ini berbeda, dengan perbedaan gaji yang lebih besar dari suami, istri bisa bertindah semaunya, tidak menghargai suami dan akhirnya menimbulkan persoalan rumah tangga. Persoalan ini memang sepele namun bisa menjadi masalah jika tidak segera diatasi.

  1. Tinggal bersama mertua

Senyaman-nyamannya Anda tinggal bersama mertua, tentu akan lebih nyaman jika tinggal dirumah sendiri. Sekalipun Anda kontrak bersama pasangan, hal ini jauh lebih nyaman dan lebih menentramkan hati dibandingkan harus tinggal dengan mertua. Banyak istri yang sering tertekan karena mereka harus tinggal bersama mertua. Istri merasa kebebasannya untuk melakukan peran sebagai ibu rumah tangga terganggu oleh mertua. Bahkan banyak mertua yang mengatur menantunya dan anaknya sehingga campur tangan ini menjadi masalah.

  1. Belum juga memiliki anak

Memiliki anak dalam pernikahan adalah keinginan setiap pasangan, namun ada beberapa pasangan yang sudah bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun tidak mendapatkan anak. Sebagian besar, jika dalam rumah tangga tidak segera mendapatkan momongan, suami sering menyalahkan istri, mereka mengganggap istrinya mandul, padahal belum tentu begitu. Untuk mengatasi masalah ini, suami istri harus melakukan tes kesehatan, apakah salah satu diantara mereka ada yang mandul ataukah tidak. Dan solusi terbaik jika memang salah satu pasangannya mandul adalah dengan mengadopsi anak.

  1. Munculnya pihak ketiga

Pihak ketiga dalam hal ini adalah wanita simpanan atau pria simpanan, kehadiran mereka tentu bisa menjadi masalah buruk dalam rumah tangga. Kemunculan wanita atau pria idaman lain tentu ada sebabnya, dan yang paling banyak terjadi karena salah satu pasangan tidak bisa memuaskan pasangannya di ranjang. Jika hal ini terjadi, salah satu pasangan tidak bisa langsung menyalahkan pasangannya, dia juga harus introspeksi diri mengapa pasangannya seperti itu. Berkomunikasi dan saling terbuka bisa menghindari datangnya pihak ketiga yang tidak diharapkan dalam rumah tangga. Kepuasan seks menjadi alasan bagi salah satu pasangan, misalnya saja pria yang tidak puas dengan istri saat diranjang sehingga dia mencari wanita lain yang bisa memuaskannya diranjang. Sebagai istri, Anda bisa mengubah apa yang kurang dalam diri Anda, berusaha untuk menjadi apa yang diharapkan suami sehingga suami bisa kembali kepelukan Anda lagi.

  1. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Suami suka main pukul, suka berkata kasar, hal ini bisa menimbulkan masalah dalam rumah tangga. Banyak kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada perceraian, istri merasa disiksa lahir batin sehingga cara terbaik untuk mengakhirinya adalah dengan bercerai. KDRT bukan hanya menimbulkan perceraian namun si pelaku juga bisa masuk penjara karena perbuatannya tersebut.