Materi Pelatihan SPG Maureen Baby Mart (Short Version)

Tulisan ini lebih ditujukan ke pemula, bagi fresh graduate SMA yang ingin bekerja, tapi tidak tahu apa yang harus di kerjakan di hari pertama. Mengingatkan akan penulis yang 10 taun lalu masuk kerja, tapi masi mencatat kayak anak sekolah di hari pertama.  Kenapa saya upload di web? Ya karena ini bentuk kontribusi saya kepada masyarakat.

Tulisan ini bukan sharing, tapi lebih mengajari, namanya aja materi training, meski pada prakteknya ketika mentraining karyawan baru lebih interaktif. (Boleh Tanya, boleh kritik, boleh bantah kalau perlu).

Bagaimana seseorang memulai karirnya itu akan menentukan langkah2nya di kemudian hari, meski kadang apa yang membuatnya sukses itu lah yang lebih dominan dalam menentukan pikiran, ucapan dan tindakannya.

Untuk menjadi seorang salesman yang mumpuni, ada 4 hal yang perlu di kuasai. Produk knowledge, karakter konsumen,  keahlian berkomunikasi dan handling objection dan complain.  Tapi 3 point pertama yang saya tekankan, karena handling complain tidak di bahas di tulisan ini karena itu materi tidak mudah di ajarkan.

Tulisan ini lebih ke teknikal, fundamental (faktor mentalitas anda) itu tidak di bahas di tulisan ini. Tapi yang saya tekankan pada SPG saya, kalau sekolah anda salah, nilai di kurangi, tapi kalau anda salah di dunia kerja, ya paling parah gaji di potong. Jadi berhati hati dan kalau memang masih mau bersenang2 ya jangan kerja dulu kalau mental belum siap. Jadi SPG itu kerja 8-10 jam sehari, libur cuma seminggu sekali, kadang hari libur tetap masuk, lebaran liburnya pendek.

SPG identik dengan wanita. Tapi pria pun tidak ada salahnya jadi SPG toko. Kita tidak menjual gender. Atau menjual kecantikan (SPG identik dengan wanita cantik). Yang anda jual adalah produk dan yang anda andalkan adalah kemampuan menjual anda.

Seperti sebuah contoh, asuransi, ketika membeli polis asuransi, mana yang anda pilih. Memb eli dari seorang agen yang berpengalaman, mampu menjelaskan semua keunggulan produk baik produknya atau produk kompetitor, atau membeli dari agen yang sekedar menjual dan tidak tahu apa-apa soal apa yang dijualnya tapi penampilannya oke banget ?

Contoh lain, makanan, misal soto, pilih mana, beli dari bapak A, atau bapak B, yang dimana A bisa menghayati soto yang di jualnya. Misal ada pertanyaan, pak, bagaimana rasa soto nya ? jawab A, enak dongk buk, soto saya di masak di atas kayu bakar, dan pake kayu manis sehingga cita rasanya lain misal aja, soto saya juga pake ayam kampong sehingga aman untuk anak2 misalnya. Sedangkan bapak B, tidak bisa menjelaskan rasa sotonya.  Mana yang sekiranya anda beli ?

Itu lah yang di maksud dengan kemampuan menjual (salesmanship), dan itu lah yang terpenting yang harus di miliki seorang salesman, yaitu menguasai produk yang di jualnya (produk knowledge). Lebih bagus lagi seiring berjalannya waktu dan tumbuhnya pengalaman, bisa menjelaskan keunggulan berbagai produk yang di jualnya tanpa menjelekkan produk lain (professional advice).  Karena tiap produk meski bagus itu belum tentu cocok, dan produk meski murah, belum tentu gak cocok.  Jadi sebelum memberikan professional advice ya DENGARKAN apa yang di ucapkan customer.

Salah satu yang saya tekankan kepada anak buah adalah barang mahal belum tentu gak laku, barang murah belum tentu laku. Jadi ya, itulah yang di hargai, pengalaman mereka sehingga bisa memberikan pendapat (bukan memutuskan lo ya, kita Cuma memberikan pertimbangan, putusan tetap di tangan pembeli).

Itulah salesman yang beda, bukan marketing by kasihan atau marketing by hokky (bukan anti hokky, tapi segala sesuatu kalau bisa tau sebabnya dan sistematis hasil jauh lebih baik) Beda marketing hokky atau bukan itu contohnya, ada sebuah restoran, baru buka, tau2 kedatangan 1 bis pariwisata, semua makan disana, itu namanya hokky, tapi kalau tiap hari bis datang, dan di sebabkan karena dia kerjasama dengan banyak travel agent, itu namanya sistematis. Jadi beda.

Satu hal lagi, SPG itu bukan orang yang ahli bicara, tapi mau mendengarkan. SPG yang bakat alami sama SPG yang mengikuti prosedur yang di ajarkan, hasilnya lebih oke SPG yang belajar dan mengikuti prosedur.  Karena SPG yang bakat alami, cenderung mengabaikan prosedur, dan biasanya pro kontra, kadang ada yang cocok, kadang ada yang tidak cocok.

Character consumen, itu lebih baik saya merekomendasikan sebuah buku yang di tulis oleh Dale Carnegie, yang kurang lebih judulnya bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain. Meski bukan buku mengenai salesmanship, tapi ini buku bagaimana kita berinteraksi dengan berbagai macam orang.  Tapi yang saya tekankan pada anak buah saya biasanya bahwa barang yang saya jual dan yang di jual dengan toko lain itu 11 12 (kurang lebih sama), jadi pelayanan yang menentukan.

Kemampuan berbicara, atau skill komunikasi, saya merekomendasikan membaca buku Larry King, seni berbicara kepada siapa saja. Disana di ajari bagaimana topik2 yang tak habis di makan waktu seperti pertanyaan cuaca, cinta dll.  Pada seni komunikasi, yang saya tekankan bukan pada content pembicaraan, tapi pada CARA PENYAMPAIAN. Maksud baik cara penyampaian salah ya kacau. Maksud kurang oke, tapi cara penyampaian bagus, juga kurang di sarankan, karena dalam bekerja kita di minta memiliki Goodwill. (itikad baik), (honesty n integrity)

SPG tidak di tuntut menguasai handling complain/objection. Itu tugas supervisor, seniornya. Dia tentu berusaha mengatasi sebisanya, tapi kalau tidak bisa ya panggil supervisornya.  Itu jurus tergampang.

 

Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Note: Jika ada kekurangan mohon maaf, karena keterbatasan penulis. Ini juga versi singkat, jadi tidak bisa memberikan contoh yang mendetail.

 

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang