Membangun sebuah bisnis

Jumat kemarin penulis baru saja menghadiri sebuah pelatihan bisnis mengenai pelatihan bisnis yang sudah berjalan dan bagaimana mempertahankannya. Tapi setahu penulis, jarang ada pelatihan bagaimana membuka sebuah bisnis.

Salah satu pertanyaan yang di ajukan, apakah keputusan terbesar dalam hidup saya? Saya menjawab, ketika saya memutuskan keluar dari bisnis keluarga di bidang distribusi yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun dari orang tua dan memulai bisnis sendiri di bidang retail.

Maureen babymart di bangun agak nekat kalau saya boleh terbuka. Pengalaman saya selama 10 taun di bidang distribusi itu consumer goods, sedangkan baby shop itu bidang yang totally different. Saya memasuki bisnis ini dengan modal tekad, bahwa saya akan menguasai produk knowledge dalam 3 bulan, dan saya siap rugi selama 2 tahun sebagai uang sekolah saya, meski kenyataannya tidak separah itu.

Enterpreneurship menurut bapak ciputra adalah salah satu cara pengentasan kemiskinan, dan penulis meski dengan kemampuan terbatas ingin memberikan sedikit pengetahuan yang di perlukan untuk membangun bisnis.

Saya cukup yakin bahwa semua orang sudah mengetahui teori dasar kalau uang pribadi dan uang toko harus di pisahkan, tetapi banyak bisnis yang di bangun atas dasar instinct dari pada cara sistematis, meski tetap di mulai dari mimpi founding fathernya.

Business plan, itu yang banyak orang yang memasuki bisnis, bahkan medium sized company yang sudah berjalan tidak pernah membuat. Visi, misi, core value, business strategy (4P, STP, SWOT analysis paling gak, teori lain seperti Porter terlalu rumit untuk small business) , implementasi dari business strategy, goal setting, alokasi resources, controlling (evaluasi sederhana akan operasional, kepuasan konsumen, owner, dan tim), itu harus di buat dari awal dan sering di liat untuk memastikan apakah dalam day to day operation anda melenceng dari rencana atau tidak.

Business retail secara fundamental dimana mana sama. Produk knowledge, character consumen, communication skill adalah basic knowledge yang perlu di kuasai. Handling objection atau mengatasi keraguan pembeli dan mengatasi keluhan pelanggan sebisanya, itu adalah materi yang harus di kuasai oleh spg toko. Kalau dasar ini sudah kuat, bisa lah membuka bisnis retail lainnya. Asalkan ada niat untuk belajar produk knowledge karena setiap jenis bisnis retail has its own character. Itu cuma masalah teknis saja.

Membuka toko retail tidaklah mudah, apalagi kalau bikin merk baru. Yes, we are open itu sangat berhati hati. Karena bisnis retail sekarang lain sama jaman dulu yang asal buka toko harap pembeli datang. Tetapi bisnis retail di jaman sekarang membutuhkan keahlian yang tidak sedikit, seperti yang saya tulis di atas. Meski keliatan sederhana, coba praktekkan, tidak segampang yang anda bayangkan di day to day operationnya.

Jangan takut tidak tahu supplier, anda berani buka toko, dalam dua tahun asal anda memiliki reputasi yang bagus, supplier bisa cari anda, percayalah. Yang sulit itu mencari customer dan mempertahankannya. (suatu kesulitan bagi baby shop karena customernya secara general hanya sampai usia bayinya 5 tahun)

Artikel ini sifatnya masi umum, tentu setiap topic yang saya sebutkan di atas, memerlukan pembahasan tersendiri, tapi itu bisa di dapatkan di buku2 bisnis yang sekirangnya lebih berkompeten menjelaskan

Tapi alasan tidak tau supplier, tidak ada pengalaman di bidang tersebut, itu bukan alasan untuk tidak mencoba bisnis yang baru. kalau modal, ya itu masalah klasik, tapi kalau punya modal tapi tidak pernah mencoba di masa muda, meski gagal pun, anda saya yakin tidak akan menyesal, karena setidaknya anda sudah berusaha.

 

Semoga artikel ini bermanfaat.

 

 

.

 

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang