Memilih sekolah

Beberapa pertimbangan  yang ingin penulis sharingkan ketika memilih “sekolah” untuk anak penulis adalah:

  • di sesuaikan dengan faktor biaya. Di banyak artikel yang penulis baca, faktor biaya itu di masukkan di urutan terakhir. Bagi penulis ini adalah urutan pertama. 🙂 Pendapat pribadi penulis adalah menyekolahkan anak itu sampai dia berusia 24 tahun (minim sarjana di jaman sekarang), tentu kita ibarat berlari, ya berlari maraton, jadi start nya tidak boleh terlalu cepat. Yang penting konstan. Faktor lain yang tidak pernah di bahas di manapun adalah biaya pergaulan. Memasukkan sekolah yang mahal, di luar kemampuan kita, memerlukan biaya pergaulan yang tidak murah pula. Jadi harus di sesuaikan dengan kemampuan orang tua.
  • Faktor kedua yang penulis anggap penting adalah kebutuhan anak serta bakat dan minatnya. Benarkan anak memerlukan semua materi yang di perlukan ? Penulis meyakini bahwa masa balita itu masa dimana anak bermain. Terlalu memaksakan banyak materi untuk di pelajari justru membuatnya stress. Jangan terlalu membebani anak dengan sekolah yang berlebihan (tambahan macam-macam les). Yang penting anak ada bersosialisasi dengan teman sebayanya, dan belajar melalui pengalaman interaksi sehari-hari ataupun active learning yang di ajarkan sekolah.
  • Fasilitas sekolah, lingkungan sekolah (jarak antara sekolah dan rumah), metode pengajaran mereka dan faktor gurunya apakah memiliki passion kepada anak anak atau tidak.

Ada faktor lain pula yang mempengaruhi, yaitu referensi, seperti pendapat teman-teman yang sudah lebih dulu menyekolahkan anak mereka.

Semoga artikel ini bermanfaat, karena besar harapan ketika kita memasukkan anak kita ke sebuah sekolah.

 

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang