MEMILIH TONTONAN TELEVISI YANG BAIK UNTUK ANAK

Televisi memiliki andil yang besar terhadap perkembangan psikologis anak di dalam rumah. Kesalahan orang tua dalam memberikan suguhan tontonan televisi kepada anak menyebabkan timbulnya berbagai masalah yang dihadapi anak dalam pergaulannya. Anak-anak sangat rentan terpengaruh dengan tayangan yang ia saksikan di televise. Usia anak-anak belum bisa melakukan filter terhadap berbagai jenis tayangan televise yang ia saksikan. Begitu besarnya pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh televise membuat beberapa orang tua bahkan tidak membolehkan anak-anaknya menonton televisi dengan cara tidak memiliki televisi di rumah. Anak-anak yang setiap harinya disuguhkan tayangan televise akan bisa sampai pada level kecanduan jika tidak segera ditangani orang tua. Pada kondisi ini akan sangat banyak dampak buruk yang didapatkan pada anak, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Anak-anak akan cuek dengan perintah dan kata-kata orang tua, mereka akan lebih focus pada apa yang disaksikan di televisi yang kemudian akan masuk pada angan-angan dan pikiran si anak.
  2. Manajemen waktu menjadi berantakan, banyak waktu istirahat, belajar dan ibadah yang hilang karena pengaruh tayangan yang sangat ia gandrungi. Mereka akan rela menghabiskan waktu yang panjang untuk menonton tayangan yang mereka sukai di televisi.
  3. Anak-anak akan mudah mempraktekkan hal-hal buruk yang mereka lihat di televisi, mulai dari adegan kekerasan, adegan pornografi, sikap yang buruk pada orang dewasa dan sebagainya. Anak-anak akan mudah memukul temannya atau adiknya karena alasan ingin menirukan kemampuan berperang dari tokoh yang mereka idolakan. Atau bahkan anak-anak akan terjebak dengan tayangan-tayangan yang berbau pornografi. Meskipun pihak Komisi Penyiaran Indonesia selalu melakukan pengawasan terhadap kualitas tayangan di televisi, namun tetap saja hal-hal buruk ada yang tak bisa dicegah dan diserap anak-anak melalui tayangan televisi.
  4. Anak-anak akan memaksa orang tua untuk membelikan hal-hal yang terkait dengan tokoh idola mereka di televisi, misalnya pakaian, alat-alat bermain dan sebagainya. Mereka sangat terobsesi untuk menjadi seperti yang mereka saksikan di televisi.
  5. Anak-anak malas belajar, malas makan, malas istirahat dan malas beribadah demi alasan menonton tayangan televisi yang mereka sukai.

Lalu bagaimana yang seharusnya? Karena begitu banyaknya dampak buruk adanya televisi bagi anak, maka jika Anda tetap memilih memiliki televisi di rumah, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan dalam memilih tontonan pada anak:

  1. Ajak anak-anak untuk menyaksikan tayangan untuk seusianya. Misalnya ada tayangan anak-anak yang sedang berlomba ceramah, dongeng anak, anak-anak yang sedang berpetualang, anak-anak yang sedang tampil untuk sebuah pertunjukan dan sebagainya. Tayangan seperti ini akan memberikan nilai edukasi yang baik bagi anak-anak dan sedikit memiliki dampak buruk.
  2. Jika ingin memilih tayangan film semisal animasi, maka pilihlah tayangan animasi yang tidak mengajarkan sikap-sikap buruk pada anak, cari yang memiliki nilai pendidikan dan jauhkan dari yang mengandung unsur pornografi, kekerasan dan sebagainya.
  3. Jangan biarkan anak-anak Anda menyaksikan tayangan music orang-orang dewasa karena saat ini umumnya tayangan seperti ini menampilkan bintang-bintang berpakaian seksi dan kerap mengandung unsur pornografi. Tak ada nilai edukasi yang didapatkan anak, sebaliknya mereka akan meniru gerakan-gerakan si artis dan tidak mustahil juga meniru pakaiannya.
  4. Tayangan anak-anak berpetualang sangat bagus untuk anak-anak, biasanya kaya akan nilai-nilai pendidikan dan informasi seputar budaya, tempat wisata, daerah, kuliner dan sebagainya. Tayangan ini cocok untuk anak-anak karena biasanya juga diperankan oleh anak-anak.
  5. Jika ingin melihat tayangan music, sebaiknya memang jika ada tayangan music yang memang untuk anak. Tapi saat ini tayangan seperti ini cukup jarang. Umumnya acara music didominasi oleh acara-acara music dewasa.
  6. Tayangan-tayangan religi sangat baik untuk anak-anak. Misalnya tayangan menghafal Al Quran, tayangan dai cilik, tayangan film anak-anak religi dan sebagainya. Ini akan memiliki manfaat yang lebih besar bagi perkembangan anak.

Jangan lupa sebaiknya sebagai orang tua, Anda menemani anak-anak Anda saat menonton. Anda harus mengarahkan mereka pada hal-hal yang positif. Sampaikan jika hal yang ia lihat misalnya tidak baik untuk dilakukan dan jangan ditiru. Usahakan agar mereka tidak memilih channel televisi yang menyiarkan siaran-siaran tak mendidik. Jangan biarkan seharian anak di depan televisi untuk memilih sendiri siaran yang mereka inginkan. Bagaimana pun orang tua harus peduli dengan apa yang dilakukan anak-anaknya. Jangan membiarkan anak-anak larut dengan dunia yang ia tonton. Kadang-kadang karena alasan kesibukan bekerja, para orang tua sudah tidak sempat lagi memantau kondisi anak-anaknya. Barulah orang tua akan sadar memperhatikan anak setelah masalah terjadi pada anak-anaknya. Mulai dari masalah kejahatan prilaku, narkoba, pelecehan seksual dan sebagainya. Ingat bahwa itu bisa saja diawali dari tayangan televisi.

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang