MENGENAL PENYEBAB MUNTAH PADA BAYI

 

Memiliki bayi adalah hal yang sangat menyenangkan apalagi bila anda mendapatkan bayi yang sangat sehat dan lucu.  Namun bayi sangat rawan berbagai penyakit dan anda sulit mencegahnya. Bayi bukan hanya mendapatkan  nutrisi yang penting untuk tubuh namun bayi juga harus mendapatkan perhatian khusus  untuk anda. Sekalipun nutrisi yang diperlukan bayi harus anda penuhi namun pada kenyataannya bayi juga bisa mengalami masalah terutama muntah. Muntah pada bayi itu sangat lumrah dan sering terjadi, namun bila bayi sering muntah, anda perlu waspada.  Muntah pada bayi juga bisa menimbulkan  masalah yang serius jika anda tidak bsia menanganinya dengan baik.

Banyak orang tua yang merasa takut ketika bayinya muntah, bukan hanya satu atau dua orang saja namun hampir semua  orang tua terutama ibu mereka merasa gelisah dan takut ketika bayinya  mengalami hal demikian. Ibu yang baru saja mendapatkan anak pertama, rasa takut mereka ketika mengetahui bayinya sering muntah memang sangat besar.  Muntah atau yang biasa disebut dengan gumoh, hal ini bisa terjadi karena beberapa hal, sayangnya hanya sebagian ibu yang tahu mengapa hal ini bisa terjadi pada anaknya.  Gumoh kadang terjadi karena bayi mengalami kelainan, namun gumoh juga bisa terjadi  tanpa sebab yang  jelas. Mengingat bayi sangat membutuhkan perhatian dan nutrisi yang cukup, bila anda menyuapinya makan dan bayi langsung gumoh,  bagaimana mereka bisa mendapatkan nutrisi yang penting untuk pertumbuhannya?

Mengapa bayi anda muntah?

Perlu diketahui bahwa gumoh atau muntah adalah hal yang sering terjadi pada bayi. Gumoh yang biasa terjadi itu tentu ada sebabnya, sebagai seorang ibu anda perlu tahu mengapa bayi anda selalu gumoh. Bila anda menyuapinya makanan namun baru pertama kali menyuapi  bayi langsung gumoh, maka  mereka  tidak bisa mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya.  Muntah bisa timbul karena kelainan pada sang bayi, kelainan tersebut sering disebut sebagai REG atau Refluks Gastroesofagus. Kelainan ini merupakan  masalah pada lambung dan usus yang menyebabkan semua makanan yang ditelan bayi tidak dapat dicerna dengan baik kemudian kembali lagi lewat mulut dengan cara memuntahkannya.

Muntah  pada bayi  merupakan kelainan  yang juga disebabkan oleh Hipertropi Pyloric Stenosis( HPS). Kelainan ini merupakan kelainan saluran pencernaan  sama halnya dengan REG. Bayi akan mengalami kelainan pada alat pencernaan yang sering ditandai dengan penyempitan pada saluran usus yang  disebabkan oleh penebalan  otot dinding usus.  Penyempitan saluran dinding dinding usu terjadi pada bagian pylorus.  Pylorus ini  adalah bagian dari  usus dua belas jari yang dekat dengan lambung.  Dengan adanya penebalan pada dinding usu tersebut maka makanan dan minuman yang ditelan  oleh bayi  menjadi terhalang ketika masuk pada usu dua belas jari. Hal inilah yang menimbulkan bayi menjadi muntah atau gumoh.

Masalah ini jika tidak segera diatasi tentu akan berkelanjutan menjadi masalah yang lebih serius lagi. Dalam lambung yang mengalami masalah REG tersebut mengandung banyak  air liur, makanan dan juga minuman yang tertelan bayi. Minuman bisa berupa susu atau ASI yang diberikan ibu. Bila anda sering  memberikan minuman susu pada bayi dan mereka muntah, kemungkinan terjadi masalah pada lambung si kecil. Selain itu kandungan lambung yang mengalami masalah tersebut juga terdapat sekresi cairan empedu maupun sekresi pankreas. Pada dasarnya masalah muntah atau gumoh pada bayi adalah hal  yang normal-normal saja  hingga bayi anda berusia satu tahun.

Masalah REG  tersebut sering dialami bayi dibawah  2 bulan   dan masalah ini dianggap sebagai masalah biasa oleh beberapa ibu , sekalipun mengalami muntah atau gumoh berat badan si kecil tetap stabil. Bila bayi tidak mau minum susu dan tidak mau makan bahkan bila  mendapatkan makanan langsung muntah, anda perlu memeriksakannya pada dokter. Gumoh  memang tidak semuanya menimbulkan berat badan bayi turun, kadang ada beberapa bayi yang sering gumoh namun mereka tetap mau  makan dan minum susu sehingga hal ini tidak mempengaruhi berat badan.

Kapan bayi anda sering muntah

Bayi mengalami gumoh atau muntah biasanya saat mereka berusia 2 minggu hingga 12 minggu. Muntah atau  dalam bahasa kedokteran disebut sebagai Hipertropi Pyloric Stenosis ( HPS)  itu sering terjadi pada bayi yang baru lahir setidaknya ketika mereka berusia dibawah  2 bulan.

Pengaruh mutah pada bayi

Sekalipun banyak  ibu yang menganggap muntah itu hal yang biasa, namun pada kenyataannya ada beberapa bayi yang berat badannya turun drastis ketika mereka sering muntah. Muntah memang bisa mempengaruhi berat badan bayi. Pada dasarnya semua bayi memerlukan asupan nurisi yang cukup, ini berasal dari  makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Terutama  ASI yang diberikan ibu, ASI sangat penting untuk pertumbuhan bayi namun jika anda memberikan ASI dan bayi langsung muntah, bagaimana mereka mendapatkan nutrisi? Sekali muntah dan anda memberikan ASI lagi, mereka tidak muntah, hal ini  kemungkinan besar  bayi  bisa mendapatkan  nutrisi yang cukup. Bila  beberapa kali anda memberikan  ASI  dan makanan namun bayi tetap muntah, maka hal ini bisa menggangu pertumbuhan mereka bahkan bayi juga bisa sakit.

Selain itu, muntah yang berkepanjangan  pada bayi juga bisa menimbulkan bayi menjadi lemas. Mereka yang seharusnya mendapatkan nutrisi untuk sehat dan kuat, bila makanan dan minuman yang ditelah tidak dapat diserap dengan baik tentu   kesehatan juga menjadi terganggu. Sehatnya bayi  tergantung dari makanan dan minuman yang anda berikan.  Jika masalah ini terus terjadi bayi akan mengalami dehidrasi, penurunan berat badan dan pada akhirnya bayi bisa mengalami masalah yang cukup serius.

Pencegahan muntah

Banyak tindakan pencegahan agar bayi tidak gumoh terus,  sekalipun hal ini dianggap normal namun anda perlu waspada. Untuk itu anda bisa melakukan  pemeriksaan Ph monitoring.  Cara ini bisa mengurangi  muntah pada bagi. Monitoring ini adalah suatu cara  yang dilakukan dengan menyedawakan bayi setelah mereka minum. Saat memberikan ASI pada bayi usahakan anda duduk dengan posisi yang tepat. Posisi anda memberikan ASI  juga penting untuk mencegah bayi muntah atau gumoh. Saat memberikan ASI usahakan posisi bayi setengah duduk, jangan membiarkan bayi dengan posisi tiduran ketika  minum ASI. Setelah bayi  minum ASI tau minum susu kaleng, jangan  menggerak-gerakkan bayi terlalu sering, halini  agar  proses masuknya minuman ke lambung tidak terganggu.

Pencegahan muntah pada bayi lainnya  bisa anda lakukan dengan menjalani  operasi kecil pada bagian otot pylorus.  Operasi kecil ini disebut juga dengan pyloromyotomy. Operasi tersebut dilakukan untuk  menyayat otot pylorus yang telah menebal. Dengan cara demikian maka otot pylorus menjadi lebar dan pencernaan makanan pada bayi tidak akan terhalang oleh penebalan tersebut.   Dengan pencegahan tersebut maka bayi tidak akan muntah terlalu sering, sekalipun mereka masih muntah namun hal ini tidak akan menggangu mereka untuk tumbuh optimal.

 

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang