Penyakit saat kehamilan

Toxoplasmosis atau toxoplasma

Infeksi toxoplasma bisa terjadi karena memakan daging mentah/setengah matang yag mengandung parasit atau terpapar dari kotoran kucing dan burung, Susu kambing mentah dan serangga (lalat atau kecoa) yang terkena kotoran kucing juga bisa nenjadi agen penyebar.  Toxoplasma hanya bisa di ketahui melalui test darah.

Resiko  penularan tertinggi terjadi pada trimester ke 3, yaitu 60 persen,  sedangkan trimester pertama dan kedua hanyalah 10 – 30 persen.

10 persen bayi yang terinfeksi menderita infeksi mata, pembesaran liver dan empedu dan pneumonia. 90 persen bayi akan tampak normal namun 55-85 persen akan mengalami gangguang dalam bentuk gangguan pengelihatan, hilangnya pendengaran , hingga gangguan belajar, Bahaya terbesar adalah terjadinya keguguran.

Sebagai pencegahan jangan makan daging mentah, bersihkan sayuran dan buah-buahan sebelum di makan dan bersihkan tempat tinggal binatang piaraan anda.

Rubella atau campak jerman

Gejala rubella adalah pembengkakan kelenjar dan khusus orang dewasa nyeri di persendian. Gejala lain adalah sakit kepala, hilang nafsu makan dan gatal di tenggorokan. Namun kadang rubella datang tanpa ada gejala apapun.

25 persen bayi yang terkena rubella menderita cacat yang di sebut sindrom rubella sejak lahir. Cacat itu berupa cacat mata, pendengaran hilang, masalah jantung, keterbelakangan mental, atau yang terparah, keguguran sebelum usia janin memasuki usia 28 minggu.

Resiko tertinggi terserang rubella terjadi pada usia kehamilan memasuki usia 11 minggu.

Pencegahan satu-satuna adalah dengan vaksinasi MMR (measles mumps rubella) sebelum hamil.

Cytomegalovirus (CMV)

Wanita hamil dapat terinfeksi virus ini dan menularkan virus ini ke janin di kandungannya. Kendati jarang penularan virus ini bisa membuat bayi lahir dengan keadaan sakit serius atau cacat permanen bahkan kematian. CMV di ketahui melalui tes darah.

Sekitar 90 persen bayi yang terinfeksi CMV pada saat lahirnya tidak ada gejala apapun . Tapi 15 persen dari mereka mengalami masalah saraf seperti retardasi mental, ketidakmampuan belajar, hilang pengelihatan dan pendengaran.

Penyebaran virus ini melalui cairan tubuh seperti ludah, air seni, darah dan muscus. Penyebaran juga terjadi secara seksual dan lewat darah yang terinfeksi.

Sampai sekarang tidak ada cara perawatan yang dapat mencegah atau membalikkan efek buruk CMV, namun yang dapat disarankan adalah hidup higienis.

 

 

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang