RUAM POPOK APAKAH BISA BERBAHAYA

Memiliki bayi  bukan hanya memberikan makanan yang sehat dan bergizi , namun juga   Anda  harus memperhatikan kebersihan bayi. Sebuah bagian penting dari perawatan setiap  bayi adalah popok, popok yang digunakan untuk menampung  urin dan juga kotoran bayi.  Diperkirakan bayi menggunakan enam sampai 10 popok setiap hari, dengan demikian maka Anda harus  mengetahui bagaimana menjaga kebersihan popok bayi agar tidak menimbulkan masalah. Salah satu masalah yang sering terjadi pada bayi adalah  ruam popok. Selain popok, Anda bisa memilih kain untuk menampung kotoran dan urine bayi, namun kain juga memiliki kelebihan dan kekurangan, demikian juga dengan popok. Banyak ibu yang  lebih  memilih untuk menggunakan popok dibandingkan menggunakan kain untuk bayinya.

Menggunakan popok jauh lebih nyaman dibandingkan dengan  kain, apalagi jika Anda  ingin praktis. Menggunakan popok untuk bayi tidak butuh waktu lama untuk menggantikannya namun popok juga menimbulkan masalah pada bayi jika Anda tidak bisa menjaga kebersihan bayi. Ruam popok sangat umum pada bayi  dan sering pertama kali muncul ketika bayi berusia 1-3 minggu karena penggunaan popok. Jika bayi mengalami ruam popok, Anda akan tahu kulitnya yang  terlihat merah dan meradang di area yang dikenakan popok. Ruam mungkin akan mempengaruhi alat kelamin, kulit luar pada lipatan paha, dan pantat bayi Anda.  Daerah yang terkena dampak  ruam popok dapat muncul baik kering atau lembab dan kadang-kadang mungkin terlihat mengkilap atau berjerawat.

Penyebab dan gejala  ruam popok

Penyebab utama ruam popok  adalah iritasi dari kontak dengan kencing dan kotoran di popok bayi Anda.  Bayi yang baru lahir biasanya sering  kencing dan mengeluarkan tinja berair. Sekalipun Anda  menggunakan  bayi Anda popok yang paling  mudah menyerap kencing tapi tetap saja  popok tersebut meninggalkan beberapa kelembaban pada kulit baru bayi  yang halus. Ruam popok akan  membuat kulit bayi lebih rentan terhadap iritasi apalagi dengan gesekan popok saat bayi bergerak.  Beberapa ruam popok  juga bisa disebabkan oleh  jamur Candida albicans. Ruam  pada bayi tersebut  muncul  menjadikan kulit merah dan dikelilingi oleh bintik-bintik merah.

Bila bayi Anda mengalami ruam popok, gejala yang sering terjadi  diantaranya adalah:

ü  Kulit yang  lecet   dan menimbulkan luka  yang bisa menyebar

ü  Ruam menjadi padat, merah terang  dan berdarah

ü  Ruam  berupa jerawat, lecet atau bisul

ü  Bayi menjadi sudah  tidur

ü  Biasanya ruam menyebar di luar area popok.

ü  Bayi mengalami demam dan  rewel

Pencegahan dan pengobatan ruam popok pada bayi

Pencegahan adalah hal terbaik  sebelum pengobatan, untuk itu sebelum bayi Anda  mengalami masalah kulit seperti halnya  ruam popok, ada baiknya Anda mencegah masalah ini  dengan pencegahan  terbaik. Kebanyakan bayi akan mengalami ruam popok pada beberapa waktu, pantat mereka sering  rentan  terhadap dengan kelembaban dan  bakteri. Bayi dan balita memang beresiko   mengalami  ruam popok selama mereka memakai popok. Ruam jauh lebih mudah dicegah daripada mengobatinya.

Berikut beberapa tindakan pencegahan  ruam popok:

ü Pilihlah popok  bayi yang berkualitas dan terbuah dari bahan terbaik yang mampu menyerap kencing dan kotoran bayi dengan sempurna

ü Gantikan popok bayi Anda  setiap 1-3 jam

Yang paling penting  untuk mencegah ruam popok pada bayi adalah untuk menjaga daerah  sekitar popok tersebut kering dan bersih. Periksa popok sesering mungkin,  setiap jam jika bayi Anda memiliki ruam, dan gantikan popok  sesuai kebutuhan. Periksa setidaknya sekali pada malam hari.  Anda bisa mengganti popok bayi dengan  segera  karena ruam popok terjadi sama dengan popok kain dan popok  hanya bisa digunakan sekali pakai. Beberapa bayi akan mengalami ruam dari merek tertentu popok yang digunakan. Jika Anda menggunakan popok kain pada bayi, pastikan untuk bilas popok secara menyeluruh saat mencucinya.

ü Bersihkan bagian bawah bayi Anda secara menyeluruh terutama pada pantat,lipatan paha, kemaluan dan anusnya. Bersihkan alat kelamin bayi dan  bagian bawah secara menyeluruh setelah  bayi mengeluarkan kotoran. Periksa kulit bayi Anda  agar tetap bersih dan kering sebelum mengenakan popok baru.

ü Gunakan krim  khusus untuk melindungi kulit bayi Anda dari iritasi. Oleskan lapisan tipis salep ke bawah bayi Anda setelah setiap kali mengganti popok.

ü Hindari  penggunaan bedak  berlebihan pada  kulit bayi yang bersentuhan dengan popok

ü Mandikan bayi dengan bersih

Mandikan bayi dengan sabun  yang lembut khusus bayi  sebagai pelindung alami terhadap kulit bayi. Cuci dengan lembut lipatan kulit dan juga seluruh tubuh  bayi Anda. Jangan gunakan tisu popok jika bayi Anda memiliki ruam karena mereka dapat membakar dan meningkatkan iritasi. Hal ini membantu menjaga kebersihan pada bayi. Anda juga bisa menuangkan air hangat  dan jangan gunakan sabun  yang berlebihan pada anus atau alat kelamin bayi kecuali jika ada kotoran yang sangat lengket maka sabun yang  ringan bisa digunakan untuk membersihkannya. Cuci dengan lembut dan bilas dengan baik  bayi Anda setelah itu  gunakan baby oil  untuk melindungi kulit bayi agar tetap  bersih dan lembab.

ü Jangan langsung memakaikan popok  baru setelah  bayi kencing atau buang air besar

Jangan langsung mengganti  atau memakaikan  popok baru pada bayi, namun biarkan  kulitnya  kering atau jangan   pakaikan popok untuk sementara waktu.  Biarkan  kulitnya kering  oleh udara  atau tepuk sangat lembut dengan kain atau handuk  katun. Biarkan kulit  bayi terbuka ke udara sebanyak mungkin, kencangkan popok longgar dan  jangan  menggunakan  bayi dengan celana karet kedap udara. Jika Anda menggunakan popok sekali pakai, hal ini dapat membantu untuk membuat sirkulasi udara pada popok tersebut.

ü Gunakan perlindungan kulit bayi terbaik

Selain  mengganti popok dan memilih popok yang berkualitas, Anda juga  harus melakukan  perlindungan kulit bayi dengan menggunakan  beberapa krim perawatan  khusus kulit bayi. Krim perawatan kulit  bayi akan memberikan lapisan pelindung yang baik, bahkan pada  saat bayi mengalami ruam popok. Sejumlah  krim perawatan kulit bayi  lain yang tersedia secara komersial bisa  Anda pilih untuk bayi Anda, namun sebaiknya  Anda berkonsultasi dengan dokter bayi untuk memilih krim perawatan yang tepat.

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang