TIPS MENDIDIK ANAK AGAR BERTANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menjadi salah satu moral yang harus ditanamkan kepada setiap orang. Tanggung jawab harus ditanamkan sejak kecil kepada anak-anak agar setelah dewasa mereka tidak menjadi sosok yang pengecut dan lari dari permasalahan yang dihadapi. Sejak anak-anak saja, kita bisa melihat bagaimana tingkah anak-anak yang tidak bertanggung jawab. Biasanya anak-anak yang tidak bertanggung jawab ketika ia membuat kesalahan di dalam rumah, ia akan menjadi ketakutan, sulit diajak bicara, menangis hingga melarikan diri. Kita pastinya tak ingin memiliki anak-anak yang seperti ini. Secara psikologi, mental anak-anak seperti ini sangat lemah, mereka adalah penakut dalam bertanggung jawab namun sering melakukan kesalahan. Anak-anak harus diajarkan sikap tanggung jawab sedini mungkin, manfaatnya bukan hanya akan didapatkan ketika usianya masih anak-anak. Kelak ketika dewasa, anak-anak yang bertanggung jawab sejak kecil akan menjadi sosok-sosok yang sukses dalam kehidupan mereka.

Terlebih lagi jika anak-anak kita laki-laki, maka tanggung jawab adalah hal paling penting yang harus ditanamkan. Tanggung jawab laki-laki akan semakin besar ketika mereka telah dewasa dan menikah. Menanamkan sikap tanggung jawab sedini mungkin adalah bekal bagi anak-anak kita setelah kelak mereka menjalani kehidupan berumah tangga. Semua sikap yang ada dalam diri seseorang seperti bertanggung jawab, disiplin dan sebagainya tidak bisa ditanamkan secara instan dan tiba-tiba setelah anak dewasa, tapi memang harus dididik sedini mungkin agar mereka terbiasa dengan sikap tersebut. Cukup sulit menanamkan sikap-sikap ketika usia sudah dewasa dan tidak dimulai sejak usia dini.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melatih anak-anak bertanggung jawab terhadap sebuah masalah sedini mungkin:

  1. Tanggung jawab sudah bisa ditanamkan pada anak-anak usia dua tahun atau ketika anak telah bisa diajak berkomunikasi. Caranya adalah dengan mengajak anak-anak untuk membereskan beberapa mainan yang sudah selesai dimainkan, ajak anak-anak memasukkan kembali ke dalam kotak seperti semula. Atau mungkin membereskan tempat-tempat makan yang sudah digunakan sebelumnya. Ajak dengan cara bermain bukan memerintah sehingga anak-anak tidak malas untuk mengerjakannya karena mereka berpikir sedang diajak bermain bukan diperintah. Ini juga bisa dilakukan untuk anak-anak usia di bawah lima tahun.
  2. Ajak anak selalu berkomunikasi terhadap masalah yang ia hadapi, tanyakan apa yang terjadi tadi ketika ia ada masalah dengan temannya, lalu tanyakan bagaimana pendapatnya tentang masalah tersebut. Tanyakan bagaimana menurutnya solusi yang seharusnya. Masukkan nasehat-nasehat Anda terhadap masalah tersebut. Katakana jangan bersikap egois, tanamkan di pikirannya bahwa tidak ada orang yang jahat, mungkin hanya salah komunikasi dan salah maksud saja. Ajak ia berani menyatakan diri bersalah jika memang bersalah. Dan katakana keistimewaan orang yang mau meminta maaf dan pahalanya. Jadi orang tua harus tau aktivitas anaknya di luar sana. Jika kita tidak tau apa yang terjadi maka kita tidak akan tau masalah apa yang dihadapi. Banyak orang secara membabi buta membela anak-anak mereka meski anaknya melakukan kesalahan. Cara ini bukan lah cara yang tepat untuk melatih anak Anda memiliki sikap tanggung jawab. Justru hal ini akan membuat mereka menjadi pengecut dan akhirnya sering melakukan kesalahan. Anda harus bersikap adil kepada anak, jika dia memang bersalah tegur kesalahannya dan ajarkan ia untuk minta maaf. Setelah itu puji sikapnya yang mau minta maaf karena meminta maaf memang akhlak yang mulia.

Mengajarkan anak menjadi pribadi yang bertanggung jawab sebenarnya adalah melatih anak-anak kita untuk menjadi orang baik. Kesalahan bukan hanya dilakukan terhadap diri sendiri, namun juga atas diri orang lain. Kesalahan harus diakui dan diselesaikan bukan ditinggalkan dan tidak diakui. Orang baik adalah orang yang mengakui kesalahan dan berusaha memperbaiki diri untuk tidak melakukan kesalahan serupa.

Menanamkan sikap tanggung jawab pada anak juga sangat penting untuk menjadi bekal semangat berusaha pada anak setelah dewasa. Ketika menjalankan bisnis pastinya akan ada banyak masalah yang dihadapi, dengan sikap tanggung jawab yang baik seseorang akan mampu tampil menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Kesuksesan menyelesaikan masalah bagi seorang pengusaha akan sangat baik pengaruhnya bagi kesuksesan pengusaha tersebut. Sikap tanggung jawab dan berani mengambil resiko menjadi bekal bukan hanya untuk urusan berbisnis tapi juga masalah kehidupan secara umum.

Mulai saat ini, jangan ragu untuk mengajak anak bertanggung jawab terhadap hal-hal yang ia lakukan. Bukan berarti membebani anak tetapi mengajarkan mereka untuk menjadi orang baik sejak kecil. Jika tidak ditanamkan sedini mungkin, seseorang akan sulit bermental tanggung jawab ketika sudah besar nanti. Laki-laki yang dinilai tidak bertanggung jawab mungkin saja menjadi salah satu kesalahan orang tua nya yang gagal menanamkan tanggung jawab sedini mungkin.

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang