TIPS MENDIDIK ANAK AGAR DISIPLIN

Menanamkan kedisiplinan sudah dimulai pada usia kanak-kanak. Dengan demikian diharapkan setelah dewasa akan lebih mudah membuat aturan-aturan yang baik pada anak-anak. Anak-anak yang baik akan mau berdisiplin mengerjakan perintah dan larangan orang tuanya. Kebiasaan-kebiasaan baik pun harus ditanamkan sedini mungkin agar mereka bisa berdisiplin sejak kecil. Kegagalan kita menanamkan sikap disiplin pada anak akan menyebabkan anak menjadi pembantah dan enggan mendengarkan nasehat orang tua. Kita mungkin akan kagum pada orang tua yang memiliki anak-anak yang taat dan patuh pada orang tuanya, serta berdisiplin dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Jika kita dibantah anak rasanya akan sangat sakit bukan? Maka dari itulah, sedini mungkin sikap disiplin harus kita tanamkan pada anak-anak.

Kebiasaan orang tua dalam menanamkan sikap disiplin sejak dini juga memberikan kebaikan untuk anak dimasa besar nanti. Bukan tidak mungkin kesuksesan yang akan ia dapatkan memang berbekal pada sikap disiplin yang ditanamkan orang tua sejak dini. Tidak ada orang sukses tanpa disiplin, dan jika ingin anak-anak kita sukses setelah dewasa memang tidak ada pilihan lain selain menanamkan sikap disiplin kepada anak sedini mungkin. Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menanamkan sikap disiplin kepada anak sejak dini sehingga di saat besar nanti mereka tidak terkejut dengan sikap disiplin yang memang seharusnya mereka miliki:

  1. Berupayalah membuat kesepakatan bersama antara ibu dan ayah dalam membuat kebijakan atau instruksi yang harus dilakukan anak. Ada hal yang sering terjadi di masyarakat adalah perbedaan tuntutan antara ayah dan ibu. Si ibu meminta anaknya belajar pukul delapan malam sementara si ayah membolehkannya bermain di jam yang sama. Hal ini membuat Anda tidak akan mentaati perintah ibu dan jadilah ia akhirnya menjadi sosok yang tidak disiplin dan membangkang perintah. Jadi harus ada kesepakatan yang dibangun antara ibu dan ayah dalam memberikan aturan, arahan dan kebijakan. Jangan ada salah satu yang merasa kasihan, jika hal ini terjadi maka harus disepakati kedua belah pihak. Lebih baik menetapkan aturan yang sedikit namun didasarkan pada kesepakatan bersama antara seorang ibu dan ayah.
  2. Memberi reward dan punishment yang mendukung. Berikan hadiah pada anak-anak yang telah dengan baik menunaikan tugas-tugasnya dengan disiplin. Dan jika tidak bisa juga dengan memberikannya hukuman. Namun hukuman yang diinginkan bukan lah hukuman fisik, tetapi hukuman non fisik yang mendidik. Misalnya mengurangi waktu bermain, mengharuskan dia bersedekah, mengurangi waktu menonton dan sebagainya. Jangan sampai melakukan penganiayaan fisik kepada anak. Jika ucapan Anda konsisten maka anak akan mendengarkan dan benar-benar menjadikannya sebagai pedoman.
  3. Memberikan tugas dan kewajiban yang bersifat disiplin haruslah disesuaikan dengan kondisi dan usia anak. Jangan sampai kita membebankan sesuatu hal yang tidak menjadi kesanggupan anak-anak kita. Tetapi dalam beberapa kasus, ada juga orang tua yang berhasil mendidik anak mereka menjadi disiplin untuk suatu kegiatan yang sebenarnya bukan untuk usianya. Misalnya anak kecil di bawah lima tahun yang selalu bangun malam mengikuti orang tuanya untuk shalat tahajjud dan menghafal Al Quran hingga akhirnya ia menjadi hafidz pada usia sangat dini, atau seorang anak kecil yang berhasil membaca buku-buku tebal dan berat yang sangat jauh dari usianya. Mungkin Anda bisa sesuaikan dengan kondisi anak-anak Anda. Dan jangan lupa meminta tolong kepada Tuhan dalam mendidik anak agar menjadi anak yang taat dan berdisiplin dengan perintah-perintah kebaikan.
  4. Ketika anak tidak mampu atau tidak berhasil dengan baik mengerjakan sesuatu secara disiplin, maka bantulah ia untuk menyelesaikannya kembali. Bukan menghilangkan tugasnya. Terkadang perasaan membuat orang tua lemah dalam menanamkan kebiasaan berdisiplin pada anak. Ingat bahwa yang Anda lakukan bukan lah penganiayaan dan keburukan, tapi menanamkan pada dirinya sifat yang baik agar menjadi sukses di kemudian hari.
  5. Coba libatkan anak dalam membuat aturan atau kebijakan yang harus dipatuhi secara disiplin. Jadi Anda harus membuat kesepakatan bersama sehingga ia merasa mampu untuk menjalankannya. Jangan hanya melihat dari sudut pandang orang tua, tapi cobalah cari tau bagaimana kemampuan dasar anak-anak Anda.

Menanamkan sikap disiplin kepada anak akan memberikan efek kebaikan pada anak-anak dikemudian hari. Orang-orang yang sudah bisa berdisiplin sejak kecil biasanya akan lebih disiplin lagi setelah dewasa. Dan mereka pun akan mengenang bagaimana kedisiplinan tersebut ditanamkan oleh orang tua yang bisa mengantarkan mereka sukses dikemudian hari. Mungkin sebagai orang tua kita sekarang bukan siapa-siapa, tapi dengan modal disiplin tersebut, sesungguhnya kita bisa menyulap anak-anak kita menjadi orang-orang hebat, dengan syarat kita harus konsisten dalam menanamkan disiplin tersebut.

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang