TIPS MENGATUR KEUANGAN PADA ANAK

Bagaimana cara mengatur keuangan pada anak? Ada orang tua yang jor-joran soal keuangan kepada anak-anaknya. Ada pula yang sangat hemat dalam memberikan uang kepada anak-anaknya, sampai-sampai orang-orang disekitarnya menganggap orang tua tersebut sangat pelit kepada anak-anak. Sebagai orang tua yang manakah yang akan Anda pilih? Apakah yang membiarkan uang berlimpah kepada anak atau yang berhemat dan mengaturnya sedemikian rupa. Atau mungkin Anda punya konsep sendiri dalam mengatur keuangan yang diberikan kepada anak-anak.

Setiap orang tua pastinya memiliki alasan dalam memberikan keuangan pada anak-anaknya. Mereka yang memberikan uang secara berlimpah kepada anak-anak biasanya memiliki alasan bahwa dulu orang tuanya cukup sulit mendapatkan uang, jadi mereka tak ingin kalau anak-anaknya bernasib sama tidak bisa memiliki sesuatu yang diinginkan karena tak punya uang. Atau mereka yang memberikan uang secara irit kepada anaknya, orang tua seperti ini kadang malah membandingkan kondisi mereka dulu saat masih kecil tidak punya uang, jadi anak-anaknya dituntut untuk bisa hidup hemat dan prihatin sama seperti masa kecil mereka dulu. Semuanya memiliki alasan yang kuat dalam memberikan keuangan kepada anak-anaknya.

Namun apakah keduanya akan memberikan hasil yang baik bagi kehidupan dan masa depan anak? Bisa jadi yang terjadi adalah hal-hal buruk yang tak diinginkan. Misalnya anak yang biasa diberi banyak uang oleh orang tuanya, mereka akan hidup berpoya-poya dan mandapatkan masalah karena sifat poya-poyanya tersebut. Atau tidak memiliki sikap mandiri setelah dewasa dalam hal ekonomi. Jadi setiap saat selalu meminta bantuan kepada orang tua meskipun sudah memiliki anak dan istri. Sementara mereka yang diberi uang dengan hemat, bisa jadi malah akan membuat kehidupan mereka sengsara. Mereka banyak menyimpan hasrat dan akan melampiaskan hasrat keinginannya memiliki sesuatu setelah mereka memiliki uang. Atau bisa jadi mereka terhalang untuk melakukan kebaikan karena tak memiliki uang yang cukup untuk melakukannya.

Jadi bagaimana sebaiknya? Berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatur keuangan anak agar lebih adil dan bermanfaat bagi anak:

  1. Memberikan anak uang yang berlebih dengan anjuran agar uang yang banyak tersebut dialokasikan untuk kebaikan. Jadi yang paling penting bukan jumlahnya, tapi control dari penggunaannya. Anda bisa memberikan anak-anak Anda uang berlebih namun tetap menuntutnya untuk melakukan kebaikan-kebaikan dari uang tersebut seperti misalnya bersedekah, meminjami teman yang sedang susah, membeli buku-buku pengetahuan dan sebagainya. Jadi alokasi dari penggunaan uang tersebut harus dilaporkan. Bila perlu utus orang yang Anda percaya untuk memantau pengalokasian uang yang dilakukan oleh anak. Dengan demikian sebenarnya yang diharapkan adalah agar anak-anak terbiasa memanfaatkan uang untuk hal-hal yang positif, sehingga nanti setelah dewasa dan mereka kaya, mereka akan terbiasa mengelola keuangan untuk hal-hal yang baik.
  2. Cukupi semua kebutuhan pokoknya, jangan sampai anak-anak kekurangan. Misalnya biaya pendidikan, makan dan sebagainya. Semua hal-hal pokok menjadi tanggung jawab orang tua untuk menyediakan anggarannya.
  3. Pastikan Anda juga memberi contoh untuk kebaikan-kebaikan dari yang Anda berikan. Misalnya ketika Anda menyuruh anak membantu temannya yang kesulitan soal keuangan, maka Anda pun harus juga melakukannya pada orang lain agar anak merasa diberi contoh dan mau menjalankannya.
  4. Biasakan anak membuat laporan keuangan per waktu yang disepakati. Kemana saja uang dibelanjakan dan apa buktinya. Ini akan membuat anak lebih merasa bertanggung jawab dan menganggap uang yang diberikan orang tua adalah amanah yang harus ia jaga.
  5. Jangan terlalu pelit soal keuangan pada anak, karena jika ia kekurangan uang maka anak akan bermasalah di luar dan akibatnya orang tuanya juga yang akan menanggung. Utamakan kebutuhan anak dibanding kebutuhan orang tua secara pribadi. Anak-anak belum bisa bekerja, semua kebutuhan menjadi tanggung jawab orang tua. Kebutuhan anak selalu berbeda setiap zamannya, jangan samakan kondisi kita di zaman dulu dengan kebutuhan anak-anak di masa kini dan masa akan datang. Semuanya pasti akan berbeda. Terlebih jika kondisi ekonomi secara nasional terus memburuk, maka jumlah kebutuhan pun akan terus mengalami peningkatan.

Jangan menjadikan anak-anak Anda seorang yang hemat, tapi jadikan lah mereka sebagai orang yang pintar memanfaatkan harta untuk kebaikan. Jika yang diminta hemat, bisa jadi mereka akan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan di sekitarnya. Mereka tidak mau membantu orang lain dengan alasan karena harus hidup hemat. Sehingga kepekaan manusiawi nya akan menurun. Nilai-nilai kebaikan harus dimulai dari bagaimana cara ia mengatur keuangan. Harta yang banyak harus dimanfaatkan untuk kebaikan. Jangan sampai anak-anak yang terbiasa hidup berhemat ternyata akan lupa diri setelah mereka memiliki banyak uang.

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang