WASPADA KEHAMILAN EKTOPIK

Banyak calon ibu  yang menginginkan kehamilan  yang sehat  dan tentunya Anda juga meginginkannya. Namun, kadang  semua itu diluar kendali Anda,  ada beberapa wanita yang justru mengalami  kehamilan ektopik, mungki Anda pernah mendengarnya? Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang  tumbuh atua berkembang di luar rahim. Pastinya kehamilan ini sangat dihindari  dan tidak ada seorang wanita pun yang mau  mengalami kehamilan ini.  Di selurug dunia ini  semua wanita atau calon itu ingin mendapatkan bayi yang sehat dengan kehamilan yang  sehat juga. Adakah kesalahan saat atau sebelum kehamilan hingga  seorang wnita mengalami kehamilan di luar rahimnya? Apakah  ada solusi tepat untuk mengatasi masalah ini?

Kehamilan yang  sehat atau  normal  akan membantu Anda untuk mendapatkan bayi yang sehat juga, namun jika Anda mengalami kehamilan yang  tidak normal, hal ini bisa diatasi  sejak dini. Kehamilan  ektopik memang kehamilan yang  berbahaya bagi nyawa ibu hamil. Jika kehamilan ini berkembang maka tuba falopi akan pecah dan  membahayakan nyaman  si ibu hamil tersebut. Saat seseorang mengalami kehamilan ini maka sel telur  yang telah dibuahi oleh sperma tidak bisa melekat pada rahim ibu hamil tersebut. Sel telur yang telah dibuahi justru melekat pada salura telur atau tuba falopi. Tuba falopi ini terletak di leher rahim    pada indung telur.  Kehamilan ini menimbulkan  sel telur  yang telah dibuahi sperma mengalami implantasi  pada uterus.

Sekalipun  resiko wanita yang mengalami kehamilan ini  sangat kecil bahkan hanya 1% saja yang   mengalaminya, namun hal ini  tetap harus diperhatikan. Kehamilan  ektopik  jika tidak segera di atasi  akan menimbulkan  hal yang cukup fatal,  kehamilan ini berbahaya bagi nyawa ibu hamil karena terjadinya pendarahan  pada  rongga abdomen.  Kondisi janin pada kehamilan ini pun juga sangat  kecil.    Ketika Anda hamil, Anda bisa memeriksakan  kehamilan Anda  apakah berada di dalam rahim atau tidak dengan menggunakan USG.   Bagi calon ibu atau  mereka yang menginginkan kehamilan normal  atau kehamilan yang sehat,  Anda bisa mempelajari  apa saja yang menyebabkan kehamilan ini dana bagaimana cara mengatasinya.

Kehamilan  ektopik atau kehamilan  yang  berada di luar rahim  bisa disebabkan oleh banyak hal, namun  sebagian besar penyebab dari kehamilan ini adalah  infeksi yang terjadi pada tuba falopi.  Beberapa hal yang juga sering menyebabkan kehamilan ini  diantaranya adalah  karena ibu hamil  pernah mengalami operasi  pembedahan  daerah sekitar tuba falopi atua karena  memang kondisi tuba falopi  mengalami kelainan kongenital. Namun,   seseorang yang pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya, maka pada kehamilan berikutnya  peluang untuk hamil seperti itu juga bisa terjadi lagi.  Seseorang yang mengalami kehamilan ektopik ini bisa dilihat dari beberapa  gejala yang ditimbulkannya.

Dalam sebagian besar kasus, seorang wanita mengalami gejala kehamilan ektopik antara minggu kelima dan keempat belas kehamilan. Tidak ada gejala yang tampak dari kehamilan ektopik  dan hanya terdeteksi selama hal ini dilakukan pemantauan rutin.  Beberapa contoh gejala kehamilan ektopik adalah adanya pendarahan pada vagina. Perdarahan vagina yang tidak teratur atau haid bisa menjadi tanda kehamilan ektopik, meskipun beberapa wanita dengan kehamilan ektopik terus mendapatkan menstruasi. Pertumbuhan janin dapat merusak atau pecahnya jaringan di sekitar organ reproduksi, menyebabkan perdarahan internal dan nyeri parah. Jika jaringan kehamilan tumbuh terlalu besar, dapat merusak dinding tuba fallopi. Pendarahan yang hasilnya bisa menyakitkan dan membuat perasaan kenyang di perut.

Pendarahan parah dapat menyebabkan tekanan darah wanita untuk turun ke titik di mana ia menunjukkan gejala syok, termasuk pucat, berkeringat, kelemahan, dan pingsan. Kehamilan ektopik biasanya menimbulkan  pecahnya dinding tuba falopi pada minggu ke 6 sampai 8 sejak periode kehamilan tersebut. Kehamilan ektopik yang tertanam pada tuba falopi dan sebagian di rahim biasanya pecah dikemudian hari yaitu antara minggu ke 12 dan 16 dari kehamilan. Seorang wanita yang tuba fallopinya telah pecah akan merasakan sakit parah yang datang tiba-tiba, dan sering mengalami pingsan karena pendarahan internal besar-besaran di perut. Ketika  tuba falopi pecah terjadi dalam kehamilan ini maka hal ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil tersebut.

Deteksi  pada kehamilan ektopik

Untuk mendetaksi kehamilan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul, tes darah, dan USG. Jika darah atau tes urine menunjukkan Anda sedang hamil, tapi rahim Anda tidak semakin besar, Anda mungkin mengalami kehamilan ektopik. Tes darah yang menunjukkan rendahnya tingkat human chorionic gonadotropin (hCG) atau lebih lambat dari kenaikan biasa pada  hCG dapat menunjukkan kehamilan ektopik. Selain tes urine,  dokter juga bisa melakukan scan ultrasound untuk melihat apakah rahim Anda kosong. Scan juga dapat menunjukkan darah di rongga perut atau panggul. Sebuah tabung serat optik yang melekat pada kamera yang disebut laparascope dapat dimasukkan melalui perut untuk memungkinkan dokter  melihat ke dalam rahim sehingga bisa diketahui tentang  kehamilan ektopik tersebut.

Pengobatan dan pencegahan kehamilan ektopik

Jika Anda mengalami kehamilan ektopik, dokter harus menghilangkan janin dan plasenta dari tuba fallopi atau area lain di mana telah terjadi implan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan methotrexate obat atau operasi laparoskopi. Obat metotreksat digunakan untuk mengobati kehamilan tuba awal dalam kasus di mana kehamilan ektopik diyakini berada pada risiko rendah  pecahnya tuba falopi. Sedangkan operasi laparoskopi juga digunakan sebagai pilihan pengobatan untuk kehamilan ektopik jika kesehatan Anda tidak stabil, jika ada alasan untuk tidak menggunakan methotrexate, atau dalam kasus-kasus kehamilan ektopik non-tuba. Dalam prosedur ini, dokter memasukkan tabung tipis ke dalam rongga perut dan tabung ini memiliki kamera dan instrumen bedah yang melekat.

Bila kehamilan  pada tuba falopi, tabung tersebut dipotong dan dibiarkan untuk menyembuhkan secara alami, sehingga jaringan parut dari luka tidak menghalangi tuba falopi. Sebuah tabung falopi yang  tersumbat dapat membuat seorang wanita untuk memiliki bayi lagi. Dalam banyak kasus, tuba falopi harus dihilangkan karena sudah rusak parah akibat kehamilan ektopik. Seorang wanita dengan hanya satu tuba fallopi masih bisa hamil. Meskipun tidak mungkin untuk mencegah segala bentuk kehamilan ektopik, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko kehamilan ektopik Bicarakan dengan dokter Anda tentang cara-cara untuk mengurangi risiko kehamilan ini seperti menggunakan kondom dan cepat mencari pengobatan untuk infeksi pada daerah kelamin, perut, atau kandung kemih.

WeCreativez WhatsApp Support
Kami sedang ONLINE dan siap berinteraksi dengan Anda sekarang